Selasa, 14 April 2015

Ringkasan Materi Tentang Protista Eukariotik : Bakteri

Standard

Nama           : Valentinus Nino Riadi
NIM            : 12.08.05.1202
Prodi           : Biologi
Kelas           : A8
Semester      : VI ( Enam )
MaKul          : MIKROBIOLOGI
Dosen           : Florentina Esti Wahyuni
PROTISTA EUKARIOTIK : BAKTERI
A. PROTISTA EUKARIOTIK
Protista dianggap sebagai eukariota, pada dasarnya karena adanya inti sel, dibatasi oleh membran inti. Sebagian protista adalah uniseluler dan mengandung banyak organel termasuk membran organel dibatasi seperti mitokondria, kloroplas dll. Protista diklasifikasikan dalam Kingdom Protista karena mereka tidak cocok dengan kerajaan lainnya. Beberapa protista aktif menelan makanan ke dalam sel mereka, sementara yang lain dapat membuat makanannya sendiri dengan cara fotosintesis. Protista yang fotosintetik seperti ganggang hijau biru dianggap sebagai produsen utama penting dalam ekosistem. Protista dapat dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemiripan dengan kerajaan yang lebih tinggi lainnya, termasuk protozoa, protophyta, dan jamur lendir.
Klasifikasi Tradisional
Protista pertama kali diusulkan oleh Ernst Haeckel. Secara tradisional, protista digolongkan menjadi beberapa kelompok berdasarkan kesamaannya dengan kerajaan yang lebih tinggi yaitu meliputi Protozoa yang menyerupai hewan bersel satu, Protophyta yang menyerupai tumbuhan (mayoritas algae bersel satu), serta jamur lendir dan jamur air yang menyerupai jamur. Dulu, bakteri juga dianggap sebagai protista dalam sistem tiga kerajaan (Animalia, Plantae termasuk jamur, dan Protista). Namun kemudian bakteri dipisah dari protista setelah diketahui bahwa ia adalah prokariotik.
1.    Protozoa, protista yang menyerupai hewan
Protozoa hampir semuanya protista bersel satu, mampu bergerak yang makan dengan cara fagositosis, walaupun ada beberapa pengecualian. Mereka biasanya berukuran 0,01-0,5 mm sehingga secara umum terlalu kecil untuk dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop. Protoza dapat ditemukan di mana-mana, seperti lingkungan berair dan tanah, umumnya mampu bertahan pada periode kering sebagai kista (cyst?) atau spora, dan termasuk beberapa parasit penting.
Berdasarkan pergerakannya, protozoa dikelompokkan menjadi:
ü Flagellata yang bergerak dengan flagella(rambut cambuk). Contoh: Trypanosoma, Trichomonas
ü Amoeboida yang bergerak dengan pseudopodia (kaki semu/kaki akar) yaitu yang berarti setiap kali ia akan bergerak harus membentuk kaki semu sebelum dapat bergerak dan pembentukan kaki ini dinamakan fase gel. Contoh: Amoeba
ü Cilliata yang bergerak dengan silia (rambut getar). Contoh: Paramaecium
ü Sporozoa yang tidak memiliki alat; beberapa mampu membentuk spora. Contoh: Plasmodium sp
2.    Algae, protista yang menyerupai tumbuhan
Algae mencakup semua organisme bersel tunggal maupun banyak yang memiliki kloroplas. Termasuk di dalamnya adalah kelompok-kelompok berikut.
ü Alga hijau, yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta). Contoh: Ulva
ü Alga merah, mencakup banyak alga laut. Contoh: Porphyra
ü Heterokontophyta, meliputi ganggang coklat, diatom, dan lainnya. Contoh: Macrocystis.
Alga hijau dan merah, bersama dengan kelompok kecil yang disebut Glaucophyta, sekarang diketahui memiliki hubungan evolusi yang dekat dengan tumbuhan darat berdasarkan bukti-bukti morfologi, fisiologi, dan molekuler, sehingga lebih tepat masuk dalam kelompok Archaeplastida, bersama-sama dengan tumbuhan biasa.
3.    Protista yang menyerupai jamur
Beragam organisme dengan organisasi tingkat protista awalnya dianggap sama dengan jamur, sebab mereka memproduksi sporangia. Ini meliputi chytrid, jamur lendir, jamur air, dan Labyrinthulomycetes. Chytrid sekarang diketahui memiliki hubungan dengan Fungi dan biasanya diklasifikasikan dengan mereka. Sementara yang lain sekarang ditempatkan bersama dengan heterokontofita lainnya (yang memiliki selulosa, bukan dinding chitin) atau Amoebozoa (yang tidak memiliki dinding sel).
Klasifikasi Modern
Saat ini istilah protista dipakai untuk mengacu pada eukariota bersel satu baik sel independen atau kalaupun berkoloni tidak menunjukkan diferensiasi dalam jaringan.[2] Istilah protozoa dipakai untuk spesies heterotrofik dari protista yang tidak membentuk filamen. Istilah ini tidak dipakai lagi di klasifikasi modern. Klasifikasi modern berupaya menyajikan kelompok monofili berdasarkan ultrastruktur, biokimia, dan genetika. Karena protista adalah parafili sistem seperti itu seringkali memecah atau meninggalkan kingdom tersebut, ketimbang memperlakukan kelompok protista sebagai eukaryota. Beberapa kelompok utama dari protista, yang mungkin diklasifikasikan sebagai fila, disajikan di kotak sebelah kanan.[9] Banyak yang menganggapnya sebagai monofili, meskipun masih belum meyakinkan. Misalnya, Excavata mungkin tidak monofili dan Chromalveolate mungkin monofili jika haptophyta dan cryptomonad dimasukkan.
B. BAKTERI
Bakteri dianggap sebagai organisme prokariotik uniseluler. Tidak seperti eukariota, sel bakteri tidak memiliki inti terorganisir, mitokondria, kloroplas dan membran organel dibatasi lainnya. Sel bakteri hanya memiliki DNA melingkar, yang tidak berhubungan dengan protein histon. Bakteri tidak menunjukkan metode reproduksi seksual. Mereka bereproduksi secara aseksual; terutama dengan pembelahan biner dibawah kondisi yang menguntungkan tertentu. Bakteri tertentu memiliki flagela, yang memungkinkan gerak mereka. Sel bakteri bervariasi dalam bentuk dan terjadi tunggal, rantai, atau dalam rumpun. Jenis utama dari bentuk pada bakteri adalah kokus, basil, vibrio, dan spirilla.
C. BAKTERI GRAM POSITIF DAN BAKTERI GRAM NEGATIF
GRAM POSITIF                                             
Gram-positif adalah bakteri yang mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna biru atau ungu di bawah mikroskop. Bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus (bakteri patogen yang umum pada manusia) hanya mempunyai membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa peptidoglikan. Sekitar 90 persen dari dinding sel tersebut tersusun atas peptidoglikan sedangkan sisanya berupa molekul lain bernama asam teikhoat.
Ciri-ciri bakteri gram positif yaitu:
  • Struktur dinding selnya tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau monolayer.
  • Dinding selnya mengandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama merupakan lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.
  • Bersifat lebih rentan terhadap penisilin.
  • Pertumbuhan dihambat secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
  • Lebih resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut
  • Tidak peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin
GRAM NEGATIF
Bakteri gram-negatif adalah bakteri yang tidak mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaan Gram sehingga akan berwarna merah bila diamati dengan mikroskop. Bakteri gram negatif (seperti E. coli) memiliki sistem membran ganda di mana membran pasmanya diselimuti oleh membran luar permeabel.  Bakteri ini mempunyai dinding sel tebal berupa peptidoglikan, yang terletak di antara membran dalam dan membran luarnya. 
Ciri-ciri bakteri gram negatif yaitu:
  • Struktur dinding selnya tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis tiga atau multilayer.
  • Dinding selnya mengandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan terdapat didalam
  • lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak mengandung asam tekoat.
  • Kurang rentan terhadap senyawa penisilin.
  • Pertumbuhannya tidak begitu dihambat oleh zat warna dasar misalnya kristal violet.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan relatif sederhana.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat
  • Peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Endotoksin
D. PERBEDAAN PROTISTA DAN BAKTERI
  1. Protista diklasifikasikan dalam Kingdom Protista, sedangkan bakteri diklasifikasikan dalam Kingdom Monera.
  2. Karena kehadiran membran yang menyelimuti inti, sel-sel protista dianggap sebagai sel eukariotik, sedangkan sel bakteri dianggap sebagai sel prokariotik, sel-sel mereka tidak memiliki selubung inti.
  3. Transkripsi dan translasi bakteri terjadi di tempat yang sama sedangkan protista terjadi dalam kompartemen yang berbeda.
  4. Tidak seperti pada bakteri, dalam protista, DNA berhubungan dengan protein histon.
  5. Sitoskeleton tidak ada dalam bakteri, tidak seperti pada protista.
  6. Mitokondria mungkin ada dalam protista, sedangkan sel-sel bakteri tidak memiliki mitokondria.
  7. Kloroplas tidak hadir dalam bakteri, sementara mereka hadir dalam beberapa bentuk protista (protista fotosintetik).
  8. Cara bakteri mendapat nutrisi dengan autotrofik atau heterotrofik, sedangkan untuk protista adalah fotosintesis atau heterotrofik atau kombinasi keduanya.
  9. Tidak seperti bakteri, mekanisme primitif tertentu telah berevolusi untuk melakukan rangsangan di beberapa bentuk protista.


                            


0 komentar:

Posting Komentar